May 27, 2009

silent


IT'S A LONGTIME .......

Apr 12, 2009

Efek Rumah Kaca @ Ganesha Music Event , Lapangan Basket ITB, 11 April 2009

Tadi malam menyaksikan ERK menjadi bintang tamu dalam acara yang diselenggarakan oleh unit apres ITB , menampilkan band-band jebolan akademi apres ITB dan ERK tampil sebagai penutup acara. Membawakan sekitar 10 lagu (saya lupa mencatat repertoir nya ) plus 2 encore ("Insomnia", "Jalang").

Menurut saya, penampilan terbaik ERK adalah ketika mereka membawakan encore. Keseluruhan acara cukup baik, tapi ada yang sedikit mengganggu yaitu masalah sound yang sejak awal kurang bersahabat dengan kuping saya. Berikut sedikit foto yang dibidik oleh teman saya, bimbim.










Bandung, 12-Apr-09

Apr 1, 2009

KunoKini, Efek Rumah Kaca dan SORE di Publik Untuk Ruang Publik : Konser Musik @ Komunitas Salihara – Jakarta, 29 Mar’ 09


Menyaksikan konser musik yang diadakan oleh Komunitas Salihara beberapa waktu yang lalu, seperti menyaksikan dua macam petunjukan dalam satu paket. Acara musik yang diadakan oleh komunitas pecinta film ini menyajikan KunoKini, ERK, dan Sore sebagai penampil malam itu juga mengenalkan sejarah perbioskopan di tanah air lengkap dengan pemutaran film-film yang sempat berjaya bertahun-tahun yang lalu, pengalaman pertama saya menyaksikan film-film lawas Indonesia yang dibikin jauh sebelum saya lahir.

Oke, saya tidak mau berpanjang lebar mengenai sejarah perfilman tanah air , kurang ngerti. Mari saya bercerita saja tentang penampilan tiga band malam itu, yang menurut saya sangat luar biasa. Panggung pertunjukan yang merupakan panggung bioskop a la kadarnya yang berkapasitas tidak kurang ratusan kursi penonton pada malam itu terisi penuh. Setting panggung yang merupakan panggung bioskop menyebabkan ketidakleluasaan antara penonton dengan band yang tampil. Nampak ada jarak. Dimana penonton duduk manis di masing-masing kursi, sedangkan band bermain di panggung, seperti menonton wayang orang. Tapi tak apalah setidaknya semua orang bisa melihat tanpa terhalang oleh yang lainnya.

Pukul 7 malam, acara dibuka dengan penampilan KunoKini –yang saya sama sekali tidak tahu genre musik mereka sebelumnya-, ternyata band perkusi ini tampil sangat menawan, bagaimana suara-suara yang sebelumnya tidak disangka bisa dihasilkan dari alat musik macam tabla, kolintang, gendang, suling, dan alat tabuh tradisional lainnya menghasilkan suara yang cukup nyaman didengar . Set lagu yang dibawakan dari yang bernuansa alam, folk daerah, folk luar, patriotisme hingga nasionalisme semua dieksplor oleh grup yang terdiri atas 4 orang ini. Puncaknya adalah ketika KunoKini membawakan “Rasa Sayange” versi mereka, yang luar biasa menohok sekali ! Seandainya saja malam itu ada orang Malaysia yang ikut menonton, heheee….

Berikutnya adalah Efek Rumah Kaca (ERK) yang bermain. Satu kata dari saya : MENGERIKAN!. Hahaha… tidak berlebihan memang jika melihat permainan Cholil cs. yang sama sekali tanpa jeda disertai dengan pemutaran film G 30S/PKI sebagai film latar sepanjang penampilan mereka. Berikut adalah lagu-lagu yang mereka bawakan secara berturut turut, Jalang-Mosi Tidak Percaya-Jangan Bakar Buku-Banyak Asap Disana-Menjadi Indonesia-Di Udara-Tubuhmu Membiru…Tragis. ERK bermain sangat beringas, setiap lagu nyaris tanpa jeda dan efek gitar Cholil sangat bising disetiap lagu dan permainan tata lampu yang sangat ciamik ! Bayangkan video klip Foo Fighters “All My Life”, nyaris seperti itulah kondisi panggung ERK.

Setelah ERK, kemudian adalah SORE yang bertugas mengakhiri konser musik malam itu. As always, SORE yang malam itu minus Echa (belakangan dia muncul pada 1 lagu terakhir) dan plus Dono, kibordis baru. Celotehan Awan Mc Cartney seakan mencairkan suasana dari ketegangan yang sebelumnya disuguhkan oleh ERK. Malam itu SORE membuka pertunjukan dengan Bogor Biru (hal yang sama ketika SORE bermain di Opulence Bandung tahun lalu), kemudian bercanda dengan penonton, Senyum dari Selatan, bercanda lagi, Vrijeman, bercanda lagi, In 1997 The Bullet Was Shy, berseloroh, Ambang, Ada Musik di Dalam, Pergi Tanpa Pesan, Lullaby Blues dan 1 lagu berbahasa Prancis yang dinyanyikan bersama Tilly “The Chekinks”, Ernestito, dan Funk The Hole sebagai lagu penutup. Tidak seperti erk yang sebelumnya bermain, hampir setiap 1 lagu , mereka bersenda gurau dengan penonton. Oh iya, sepanjang penampilan SORE, pemutaran potongan-potongan film romantis jaman dulu , dan film –film yang di soundtrack-i SORE (Kala, Berbagi Suami, Pintu Terlarang). Satu kata untuk SORE : ELEGAN ! , ya mereka bermain dengan elegan sekali, sempurna bisa dibilang begitu. Acara pun disudahi sekitar pukul 22.00 lewat.


Ah , malam yang fantastis!

bandung,01 April 09

Mar 26, 2009

Seringai - Mengibarkan Perang (Single)


diambil dari DRS,

Ya, sebuah lagu baru dari Seringai! Ini bukan single album terbaru Seringai, hanya sebuah lagu yang diikutkan ke dalam kompilasi Yamaha yang tidak dijual, hanya bisa didapatkan kalau membeli sebuah motor Yamaha. Tapi tentu saja, tidak menjadikan sebuah halangan bagi kalian serigala-serigala, kalian bisa men-download-nya disini! Lagu ini rencananya merupakan lagu non-album untuk album berikut Seringai [tentu saja, rencana bisa berubah x)], dimana Seringai sudah memiliki 7 lagu baru yang sudah diaransemen final, dan 7 lagu lagi yang masih direvisi. Great songs so far!

Dan, ini liriknya:

Mengibarkan Perang

Kerja keras, banting tulang: hanya bertahan hidup.
Curah keringat, simbah darah: apa semua cukup?
Anggap semua permainan, dan mengambil keuntungan.
Mereka takkan peduli dan kita terabaikan.

Mereka selalu sulitkan hidupmu.
Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan.

Siapa mendapat untung, siapa tertinggal di belakang?
Siapa yang tertawa, dan siapa yang membusuk dan meregang?
Semua peraturan ini, menguntungkan - mereka.
Mungkin saatnya kita, memberikan neraka.

Mereka selalu sulitkan hidupmu.
Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan.
Mereka selalu sulitkan hidupmu.
Dan kita kan selalu, mencoba bertahan, mencoba melawan.

Semoga kalian dapat dengan mudah menikmati ”Mengibarkan Perang”!
Keep rocking in the free world, and please spread/forward this news!
Hailz! \m/

Try

* Arian 13 makin mirip siapa yaaaa ,,,,,, hehehe :P

Mar 22, 2009

AS Roma vs Juventus 1-4

Wuihhh..... JUVE kembali membukukan 4 gol , tidak tanggung tanggung sang lawan adalah klub ibukota, AS Roma .... hehehe.... Forza JUVE !

Juve 4 (Iaquinta (2), Mellberg, Nedved)

Video

Mar 15, 2009

Juventus vs Bologna 4-1

Yeahhhhh !!! menang besar juga akhirnya !
Juve (Salihamidzic,Gio,Del Piero (2))

The Decemberists - The Hazards of Love (Capitol Records, 2009)

Myspace
Buy

Tracklist
1. Prelude
2. The Hazards of Love 1 (The Prettiest Whistles Won't Wrestle the Thistles Undone)
3. A Bower Scene
4. Won't Want for Love (Margaret in the Taiga)
5. The Hazards of Love 2 (Wager All)
6. The Queen's Approach
7. Isn't it a Lovely Night?
8. The Wanting Comes in Waves / Repaid
9. An Interlude
10. The Rake's Song
11. The Abduction of Margaret
12. The Queen's Rebuke / The Crossing
13. Annan Water
14. Margaret in Captivity
15. The Hazards of Love 3 (Revenge!)
16. The Wanting Comes in Waves (Reprise)
17. The Hazards of Love 4 (The Drowned)


The Hazards of Love adalah ceritera terbaru dari Meloy dkk, yang merilis album kelima (kedua terhitung dari rilisan pertama mereka dengan major label, Capitol). Sukses dengan ceritera Crane Wife pada tahun 2005, The Decemberists kembali menuturkan cerita yang dikemas dalam sebuah album. Band indie rock/folk/baroque pop yang dikenal sebagai sebuah band cerita (storytelling band) ini membuat track demi track dalam album mereka sebagaimana layaknya adegan-adegan drama.

Well, kali ini Meloy yang merupakan “otak” dari band mengangkat cerita tentang percintaan Margaret (diperankan oleh vokalis tamu, dari band Lavender Diamonds) dengan sang kekasih, William (diperankan oleh Meloy sendiri) seorang tukang kayu. Percintaan mereka dihalangi oleh seorang ratu (diperankan oleh vokalis tamu band My Brightest Diamonds) terjadilah konflik segitiga diantara mereka. Kesemuanya dapat diikuti ceritanya lagu demi lagu dalam album. Utuh.

Keseluruhan track berjumlah 17 buah dengan pembagian prelude – cerita – interlude – ending cerita. Membingungkan jika membayangkan , namun tidak demikian jika sudah mengamati judul-judul track sekaligus mendengarkan lagunya. Album dibuka dengan prelude sepanjang 3 menit yang berisikan bunyi-bunyian string bass di awal dan organ, dilanjutkan dengan The Hazards of Love 1 (The Prettiest Whistles Won't Wrestle the Thistles Undone),khas The Decemberists, diwarnai akustik gitar dan rintihan vokal Colin Meloy menjadi intro pembuka yang pas . Meloy mulai menaikkan tempo pada A Bower Scene yang cukup heavy kemudia masuk pada Won't Want for Love (Margaret in the Taiga) dimana vokalis Lavender Diamonds mengambil alih divisi vokal Colin Meloy, yang menggambarkan kondisi Margaret yang mencari sang kekasih, melankolis. Pada The Hazards of Love 2 (Wager All),Meloy kembali bernyanyi mellow, berikutnya adalah intro pendek The Queen's Approach dilanjutkan Isn't It a Lovely Night?, sebuah track duet yang cantikkkk !!!! Pada The Wanting Comes in Waves / Repaid, sebuah erangan gitar dan vokal yang berulang ulang “This is how I am repaid…”, track yg cukup ear catchy. The Decemberists bereksperimen dengan semacam banjo pada intro The Rake's Song, sebuah lagu enerjik dan kaya beat. Pada The Abduction of Margaret, dengan menggunakan komposisi melodi yang sedikit di modifikasi dari track-track sebelumnya, mendengar track ini selanjutnya seperti mendengar pengulangan. The Queen's Rebuke / The Crossing , vokalis My Brightest Diamond menyumbangkan suara yang berat dan terdengar dingin diiringi rhytm gitar yang mengingatkan saya era kejayaan musik hair rock 80-an. Annan Water kembali merupakan track “sejuk” setelah distorsi pada track sebelumnya, penambahan unsur biola pada Margaret in Captivity menciptakan atmosfir kelam. The Hazards of Love 3 (Revenge!) memiliki intro yang sungguh cerita dengan penambahan choir child yang sing a long sepanjang track. Kemudian The Decemberists kembali bersemangat pada The Wanting Comes in Waves (Reprise) dengan perpaduan banyak instrument (string, biola, banjo) bersahut-sahutan. Pada akhirnya album ini ditutup dengan The Hazards of Love 4 (The Drowned), sebuah track relaksasi, seperti track awal, musik yang disampaikan cukup simple, akustik gitar + lengkingan suara Meloy + beat drum yang cukup teratur, sungguh mellow untuk mengakhiri babak ceritera Hazards of Love yang berdurasi nyaris 1 jam.

Overall, The Hazards of Love adalah pengulangan The Decemberists dalam hal konsep, tidak demikian dengan improvisasi dan penggunaan instrumen. Vokal Colin Meloy sangat berkarakter dan menjadi kekuatan dalam setiap lagunya. Disamping jumlah track yang terhitung cukup banyak dibanding Crane Wife yang berjumlah 10 track. Akan membosankan nampaknya bagi pendengar yang baru mencoba mendengarkan The Decemberists. Apapun itu, saya merekomendasikan album ini sebagai sebuah mahakarya tahun 2009 ini. Dan The Decemberists adalah penceritera ulung.

Dengar The Decemberists jika Anda menyukai : Death Cab for Cutie, dan beberapa variannya.


Sun, 15Mar09

Mar 13, 2009

Camera Obscura - My Maudlin Career (2009)

Rilisan terbaru Camera Obscura setelah sukses dengan album "Let's Get Out Of This Country" yang kental nuansa vintage/retro pop (track Tears For Affairs sungguh menggoda). Tak jauh berbeda dengan album terdahulunya CO kembali menyajikan sound indie/twee pop yang menawan dan menggoda di album nya yang ke 4 ini. Camera Obscura terdiri atas Tracyanne Campbell, Gavin Dunbar,Carey Lander, Kenny McKeeve, Lee Thomson, dan Nigel Baillie kesemuanya berasal dari Glasgow, Scotland.

Album terdiri dari 11 track dengan keseluruhan track menawan dengan suara vokal cantik nan menggoda. Dibuka dengan “French Navy” yang menghentak a la CO. Disambung dengan “The Sweetest Thing” yang memiliki intro khas musik twee pop, simple tetapi enak didengar. Pada track “You Told A Lie”, CO menurunkan tempo sedikit agak pelan dan music yang sentimental sesuai dengan tema lagu yang patah hati (maybe,^_^) serupa dengan track berikutnya “Away With Murder” nuansa musik chamber pop diiringi dengan synth, syahdu. Camera Obscura kembali bersemangat pada “Swans” (ooohhhh….. intro nya saya suka sekali ! damn!), track paling catchy dan sangat ear friendly di album ini. Track selanjutnya “James” dan “Careless Love” kembali dengan nuansa gloomy-twee pop. Pun dengan track “Moudlin Career” yang banyak mengeksplor bebunyian synth sebagai pengiring vokal. Album ini ditutup dengan track “Honey In The Sun” yang kembali enerjik dan mereka pun mengucapkan selamat tinggal dengan musik ceria a la Scandinavia.

Tracklist

1. French Navy
2. The Sweetest Thing
3. You Told A Lie
4. Away With Murder
5. Swans
6. James
7. Careless Love
8. My Maudlin Career
9. Forests And Sands
10. Other Towns And Cities
11. Honey In The Sun

buy
myspace

Silakan simak jika menyukai : Club 8, Pelle Carslberg, Edson, Belle and Sebastian, The Smiths, Mocca, White Shoes and The Couples Company

Fri, 13/03/09

Mar 12, 2009

nyaris sama ....

Barusan mengunduh album terbaru Metric (Fantasies, 2009), dan begitu melihat artwork albumnya saya jadi teringat artwork album The Fray (How To Save a Life, 2005). Dan juga mirip dengan artwork albumnya Kings Of Leon (Because of A Time).....


Coba bandingkan dengan yang ini , secara tema nyaris sama ......


Hanya kebetulan saja nampaknya , ah sudahlah kenapa mesti diperdebatkan toh mereka bukan musisi dari Indonesia ,.....

Bandung,12 Mar 09

OST - Pintu Terlarang (2009)


Soundtrack ini sebagus filmnya , di gawangi oleh Zeke Khaseli (ZATPP) , Mondo (Sore), Aghi Narottama dan Bemby Gusti untuk bagian score nya. Overall, kekaguman akan soundtrack ini baru pertama kali saya rasakan untuk ukuran film Indonesia. Penggarapan sebuah soundtrack tidak hanya dipandang sebagai pelengkap film saja tetapi ini lebih dari sekadar pelengkap. Rasanya belum ada yang soundtrack yang memiliki musikalitas yang menarik seperti soundtrack Pintu Terlarang. Mungkin saya kalian anggap berlebihan, tetapi tidak apa

Soundtrack Pintu Terlarang terdiri dari 18 track yang dibagi menjadi 2 bagian , setengah performa band setengahnya lagi adalah score, diisi oleh Sore (Mondo "sore" spesialis penggarap scoring film), Zeke Khaseli dari Zeke and The Popo, Tika, Notturno, dan Mantra (ini adalah band all star yang berisi Zeke (ZATPP), Anda (Bunga), dan Emil (Naif).

Tracklist :
1. Why - Mantra
2. Nancy Bird - SORE
3. Please Operator Please - Mantra
4. Home Safe - Tika and The Dissidents
5. Baby baby - Mantra
6. Jiro - Notturno
7. Blessed The Tainted Heart - Mantra
8. Lullaby Blues - Sore featuring Tilly "The Chekinks"
9. Merry Mist - Alfred Ayal

Instrumen/Scoring
10. Opening Tune
11. The Color Purple
12. Innocent Blood
13. Dirty Work
14. Naked Truth
15. Blood Opus
16. Chasing The Kid
17. The Eye
18. Pig-Headed Hero

Ahhh..... mendengar setengah track album soundtrack ini seperti tidak sedang mendengarkan sebuah album soundtrack, musikalitas tingkat tinggi. Jika filmnya saya beri ponten 8/10, untuk OST ini saya beri 9/10. GREATTT !!!

Try It

Kamis, 12 Mar' 09

All of a Sudden I Miss Everyone (Explosions In The Sky)